Loading...

Fish Sambal : Inovasi dan Penerapan E-Commorce Produk Sambal Ikan Catong (Cacalang Dang Tongkol) Berbasis Teknologi Di Desa Suana); Nusa Penida

04 Oktober 2021
Universitas Pendidikan Ganesha

Projek

  • Judul:Fish Sambal : Inovasi dan Penerapan E-Commorce Produk Sambal Ikan Catong (Cacalang Dang Tongkol) Berbasis Teknologi Di Desa Suana); Nusa Penida
  • Tanggal:04 Oktober 2021 - 28 November 2021
  • Lokasi Sosial Projek:Bali, Kabupaten Klungkung, Nusapenida, Suana.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ketua:I Wayan Ardhi Suantara
  • Angota#1:-

SDGs

Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Desa Suana merupakan sentra penghasil makanan olahan ikan. Lokasinya yang terletak di tepi laut menjadikan daerah ini banyak menghasilkan jenis-jenis produk makanan berbahan dasar ikan seperti kerupk ikan,abon ikan dan salah satunya sambal ikan tongkol dan cangkalang. Sambal ikan yang dibuat oleh masyarakat Desa Suana adalah sambal yang berbahan dasar ikan tongkol dan ikan cangkalang (catong) tanpa menggunakan bahan pengawet. Produk sambal catong ini memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai salah satu oleh-oleh khas Desa Suana karena rasanya yang lezat, gurih dan keberadaanya yang belum ada di daerah lain. Namun dalam hal ini, tim menemukan beberapa permasalahan- permasalahn yang ada, yaitu diantaranya saluran distribusi untuk pemasaran sambal catong belum jelas. Produksi hanya dilakukan untuk konsumsi pribadi dan pesanan. UMKM Desa Suana menjalankan usaha dengan manajemen sederhana meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan. Mitra belum memahami tentang ketentuan dalam perpajakan. Pemasaran sambal catong masih fokus pada pesanan dan belum menghasilkan produk sesuai dengan keinginan konsumen. Produk masih dibuat untuk kepentingan event dan bazaar. Promosi dilakukan karena masyarakat sebagian besar belum mengetahui produk tersebut dan kurangnya pemahaman tentang teknologi digital. Berdasarkan berbagai permasalahan yang terjadi pada para UMKM Desa Suana dapat disimpulkan bahwa mereka membutuhkan pendampingan maupun pelatihan dalam hal pemasaran digital/online dan cara branding produk para mitra ke pasar yang lebih luas. Branding produk serta strategi pemasaran yang baik sangat dibutuhkan dalam upaya meningkatkan kembali penjualan serta pendapatan para mitra UMKM. Maka dari itu, upaya yang dilakukan untuk mengembalikan serta meningkatkan penjualan serta pendapatan para mitra UMKM yakni dengan melakukan pendampingan serta pelatihan mengenai branding produk serta strategi pemasaran online/digital marketing (pemasaran pada platform online). Tim kami mengembangkan sebuah aplikasi Fish Sambal yang memiliki fitur-fitur pengelolaan keuangan, perencanaan manajerial, dan pemasaran berbasis e-commerce.

Pesan : Pesan singkat yang ingin saya sampaikan selaku ketua tim 95 Innovillage 2021 di desa Suana Nusa Penida bali adalah program Innovillage ini harus tetap dilanjutkan dari tahun ke tahun, karena masih banyak desa-desa pelosok yang sangat membutuhkan bantuan dari adanya teknologi digital. Selain itu jenjang waktu pelaksanaan implementasi yang telah dilaksanakan masih tergolong cepat, sehingga menurut saya waktu atau hari implementasi bisa di tambah lagi yang mana menyesuaikan dengan pengumpulan proposal dari setiap tim Innovillage.

Kesan : Kesan saya selaku ketua tim 95 Innovillage 2021 selama melaksanakan implementasi program Innovillage di desa Suana adalah merasa senang dan bersyukur karena bisa masuk kejajaran top 120 besar Innovillage 2021 untuk membantu dan memberikan dampak positif kepada masyarakat di desa Suana, khsusunya kepada kelompok Loka Muda di desa Suana Nusa Penida. Rasa senang dan syukur ini muncul karena saya juga mendapatkan banyak relasi yang mana saya bisa saling bertukar pikiran, ikut merasakan susah senang bersama mereka selama implementasi dilaksanakan. Melalui program Innovillage ini saya bisa menjadi pribadi yang mandiri dengan mengatur waktu kegiatan implementasi dan waktu kuliah, yang mana hal ini menjadikan saya seorang yang semakin disiplin waktu. Program Innovillage ini juga mengajarkan saya untuk berpikir kritis untuk memberikan solusi terkait masalah-masalah yang ada di desa. Program Innovillage ini juga bisa terus dilaksankan meskipun tim 95 tidak lolos ke dalam jajaran top 15 Innovillage. Tim 95 Innovillage akan terus melaksnakan project yang telah dibuat agar menjadi desa Suana menuju desa yang keren dan unggul.

Kalimat inspirasi dari ketua tim 95 Innovillage : “Tak Perlu Jadi Hebat Untuk Memulai, Tetapi Kita Harus Memulai Untuk Bisa Jadi Hebat”.

Video dokumentasi bisa dilihat di sini.

Top