Pembuatan Platform Digital Marketplace Sektor Pertanian untuk Membantu Meningkatkan Penjualan Komoditas Tani Desa Banjarsari Kab. Malang
28 Oktober 2020
Telkom University
Projek
- Judul:Pembuatan Platform Digital Marketplace Sektor Pertanian untuk Membantu Meningkatkan Penjualan Komoditas Tani Desa Banjarsari Kab. Malang
- Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
- Lokasi Sosial Projek:Jawa Timur, Kabupaten Malang, Ngajum, Balesari.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Telkom University
- Ketua:Achamad Khairullah
- Angota#1:Rizki Ilma H.A
- Angota#2:Feroz D. Rashadi
SDGs
Infrastruktur, Industri dan InovasiShare
Deskripsi
Berawal dari sebuah tugas mata kuliah untuk membuat sebuah proposal, dipertemukanlah tiga orang mahasiswa didalam sebuah kelompok. Kelompok yang terbentuk karena kelompok lainnya sudah terisi penuh ini memaksa Achmad, Rizki, dan Feroz untuk menciptakan sebuah inovasi yang mampu membantu sebuah desa didalam sektor apapun itu. Mereka bertiga bukanlah mahasiswa rajin yang selalu mengambil kursi terdepan ketika berkuliah di dalam kelas. Mereka adalah tipikal mahasiswa yang bagaimanapun caranya harus bisa duduk di kursi paling belakang agar bisa leluasa untuk melakukan hal apapun itu selain belajar. Jika dalam perkuliahan tatap muka saja mereka seperti itu, kalian tentu sudah bisa menebak tingkah mereka saat melakukan perkuliahan daring.
Dengan adanya fakta tersebut, tidak aneh jika dalam mengerjakan tugas mata kuliah ini mereka melakukannya dengan sesantai mungkin. Saking santainya, mereka baru mulai membahas tugas ini bersama-sama dalam waktu kurang dari dua hari sebelum tenggat waktu pengumpulan maksimal proposal ini. Tapi, ternyata tekanan dari waktu pengumpulan yang tiap jam semakin menyempit itu justru mampu menjadi katalis bagi mereka untuk mencari inovasi seperti apa yang mungkin bisa untuk diterapkan di masyarakat yang tepat.
Dalam waktu yang sempit itu puluhan ide dilontarkan, beberapa ide ditampung, hingga akhirnya terpilihlah sebuah ide yang mereka pikir cemerlang dan sangat bisa untuk diimplementasikan. Feroz, satu-satunya mahasiswa “nyasar” (karena dia berasal dari kelas yang berbeda dengan kedua temannya) di kelompok itu mendapatkan sebuah inspirasi dari industri kopi yang menurutnya memiliki ciri khas unik, dimana keberagaman profil rasa dan karakteristik bijih kopi dari beragam daerah mampu memberi nilai jual lebih dari komoditas tersebut. Menurut nalarnya, ciri khas tersebut tentu saja tidak hanya dimiliki oleh kopi, tetapi juga oleh komoditas tani lainnya. Ibaratnya, sayur yang ditanam di daerah Sumatera dengan sayur sejenis yang ditanam di daerah Jawa mungkin saja memiliki karakteristik yang berbeda. Contoh mudah dari hal tersebut adalah beras Jawa dengan beras Kalimantan yang meskipun sama-sama beras memiliki karakteristik yang berbeda. Layaknya kopi, karakteristik yang berbeda tersebut mungkin saja menyebabkan kebutuhan pasar yang berbeda. Untuk membuat nasi goreng kampung misalnya, dibutuhkan beras yang memiliki tekstur padat dan berbentuk panjang seperti beras Kalimantan agar mudah dan enak untuk dimakan. Beras Jawa dengan tekstur pulen dan bentuk bulat kurang cocok untuk dibuat menjadi nasi goreng kampung karena akan menghasilkan nasi goreng yang terlalu lembek. Dengan membangun website e-commerce yang menyediakan komoditas sekaligus menonjolkan ciri khas dan detail dari setiap produk tersebut, pengguna akan lebih mudah untuk memilah dan memilihi produk tani mana yang cocok bagi mereka.
Kedua temannya mengamini ide tersebut. Mereka mengambil keputusan bulat untuk menjadikan ide tersebut sebagai inovasi yang akan mereka tawarkan. Rizki mengetahui bahwa di daerahnya yaitu Kabupaten Malang terdapat sebuah desa yang rata-rata penduduknya berprofesi sebagai petani. Desa tersebut adalah desa Balesari yang terletak di Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang. Setelah melihat website desa tersebut, mereka mendapati bahwa desa tersebut cocok untuk menjadi wadah pertama mereka untuk mengimplementasikan ide ini. Kebetulannya, Ibu dari Rizki berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil di Dinas Pertanian Malang, sehingga mampu mendukung ide mereka untuk direalisasikan. Berjam-jam mereka mendiskusikan ide brilian tersebut melalui discord, sembari mulai merancang proposal yang pada saat itu tinggal satu hari kurang lagi harus dikumpulkan.
Pada hari pengumpulan, mereka telah berhasil merampungkan proposal dan video presentasi proposal mereka. Semua itu diselesaikan dalam dua hari, selama dua hari itu pula mereka berdiskusi hingga larut malam. Terbentuklah sebuah proposal untuk membuat sebuah website yang bernama BAKOELSAYUR.ID, dengan tujuan menyediakan wadah bagi para petani untuk menjual produk hasil tani mereka langsung ke tangan pelanggan, tanpa ada perantara yang memotong pendapatan maksimal mereka. Sebaliknya, pelanggan akan mendapatkan produk dengan kualitas dan kesegaran terbaik langsung dari tangan petani tanpa ada campur tangan siapapun, ditambah lagi detail produk yang spesifik hingga pelanggan bisa menentukan produk tani mana yang cocok dengan kebutuhan mereka.
Progress akhir video dokumentasi.