Digion-Software Tampilan Informasi Untuk Masyarakat dan Media Pembelajaran Untuk Santri Pesantren
28 Oktober 2020
Telkom University
Projek
- Judul:Digion-Software Tampilan Informasi Untuk Masyarakat dan Media Pembelajaran Untuk Santri Pesantren
- Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
- Lokasi Sosial Projek:Sulawesi Selatan, Kabupaten Takalar, Polombangkeng Utara, Towata.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Telkom University
- Ketua:Prahasditya
- Angota#1:A. Anugrah Nurul Aprianty
- Angota#2:Ummi Jumria
SDGs
Infrastruktur, Industri dan InovasiShare
Deskripsi
Pesantren merupakan Pendidikan tradisional yang para siswanya tinggal Bersama dan belajar dibawah bimbingan guru. Para santri tinggal Bersama pada asrama sekitar pesantren yang dimana akan membentuk pribadi yang mandiri dan disiplin untuk para santri nantinya. Towata adalah nama salah satu desa yang terdapat di Kabupaten Takalar, Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia. Desa Towata berjarak 27,2 Km dari ibukota Makassar yang dimana membutuhkan waktu kurang lebih satu sampai dengan dua jam perjalanan menuju ke desa tersebut. Secara keseluruhan masyarakat pada daerah tersebut merupakan penduduk muslim. Terdapat pesantren yang dimana menjadi pusat pembelajaran tradisional untuk remaja sekitar daerah tersebut. Metode pembelajaran pada pesantren terbilang masih tradisional dan membutuhkan tenaga kerja yang terampil khusus pengajar untuk pesantren tradisional ini.
Masjid Muhajirin merupakan tujuan untuk melakukan proyek ini, karena masjid tersebut juga digunakan untuk sarana atau tempat proses belajar mengajar. Dimana proses belajar mengajar dilakukan oleh beberapa orang tenaga pengajar lalu menyalurkan ilmunya kepada para santri. Masjid Muhajirin juga menjadi tujuan utama pemasangan proyek agar mempermudah masyarakat mendapatkan informasi terkait dengan masjid maupun lingkungan sekitar, dengan adanya layar tampilan informasi pada TV maka akan mempermudah tenaga pengajar dalam mengajar para santri, juga berfungsi sebagai pusat informasi bagi masyarakat yang akan beribadah di Masjid tersebut.
Project
Software ini namanya adalah Digion, Digion adalah software offline yang dimana menyediakan penganturan untuk memberikan keluaran dalam bentuk Informasi ataupun media pembelajaran untuk masyarakat sekitar.
Cara kerja Digital Information (Digion) menggunakan CPU/Komputer untuk mengoperasikan layar TV tersebut. Untuk pengaturan pada Komputer menggunakan Software Digion, yaitu software offline yang dimana berfungsi untuk mengatur tampilan pada layar tersebut sesuai keinginan.
Pada Digion terdapat 2 peran, yaitu yang pertama adalah Admin sebagai Operator yang nantinya melakukan Update/pembaharuan informasi pada layar menggunakan computer, kemudian adalah Masyarakat sebagai penerima informasi dengan melihat kearah layar yang dimana tampilannya akan dibuat semenarik mungkin untuk beroperasi didalam Masjid.
Dengan adanya tampilan tersebut akan berguna bagi masyarakat untuk mengetahui banyak Informasi, diantaranya adalah jadwal ibadah, transparansi pembaharuan tentang keuangan masjid, jadwal pengisi khutbah, jadwal pengajian, tampilan gambar bergerak yang menarik masyarakat untuk menjalankan Ibadah ibadah, waktu yang menyatakan jam/hari/tanggal/bulan/tahun sesuai dengan daerah tersebut, tampilan muka pengisi mimbar dengan menggunakan Webcam yang nantinya akan menampilkan tampilan si pengisi apabila jamaah bagian belakang kurang jelas melihat kearah pengisi mimbar dan masih banyak lagi informasi yang dapat disampaikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar.
Mengingat daerah tersebut juga merupakan kawasan pesantren, maka diluar fungsi untuk menunjukkan informasi sebelumnya, dapat berfungsi sebagai media belajar dimana memudahkan tenaga pengajar dengan tampilan materi sesuai dengan pelajaran yang akan diberikan oleh pengajar.
HAMBATAN, KESAN & PESAN
Adapun kesulitan yang kami hapadi adalah, terpisahnya jarak antara kami bertiga, dimana Adit berada di medan, ummi berada di manado, sedangkan nugrah yang hanya berada di makassar, dimana daerah yang kami ambil adalah salah satu desa di daerah makassar.
Tentu itu menyulitkan kami dari segi komunikasi dimana harus menyamakan jadwal karena salah satu dari kami berbeda jurusan antara satu dengan lainnya.
Kemudian pula kesulitan yang dihadapi karena transportasi menuju ke desa terhambat karena termasuk jauh dalam jarak, juga ketika berada di desa tersebut, sinyal sangat tidak mendukung, bahkan menyentuh E.
Dengan sangat terpaksa maka nugrah harus sendiri untuk menyelesaikan pengimplementasian project sedangkan adit mengontrol dari jauh untuk program, dan ummi dalam penyusunan dokumentasi, proposal segala sesuatu yang beruhubungan dengan file file yang dibutuhkan.
Namun semua itu dapat terbayar ketika melihat senyuman para santri juga pengajar ataupun masyarakat sekitar yang turut membantu dalam kegiatan pengimplementasian tersebut. Banyak hal hal yang susah dijelaskan dengan kata kata tetapi juga memberi kesan yang baik kepada kami, masyarakat sekitar dan orang orang yang membantu lainnya.
Akhir kata, kami ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar besarnya kepada penyelenggara program ini hingga ke pengimplementasian akhir ini, kemudian juga kami ingin memohon maaf apabila ada kesalahan ataupun ketidaksesuaian program sesuai yang diinginkan. Tidak banyak yang bisa didapat, selain pengalaman yang sangat berharga tentunya. Semoga dengan adanya program ini, mahasiswa lebih mengembangkan lagi inovasi inovasi dan melakukan pengimplementasiannya kepada desa desa yang membutuhkan. Terima kasih.
Total Anggaran Dana Disetujui : Rp. 11.690.568