Innovillage 2020 Mewadahi Mahasiswa untuk Tetap Produktif di Tengah Pandemi
BANDUNG, Telkom University - Innovilage merupakan kompetisi sociopreneurship di bidang teknologi digital melalui sinergi PT Telkom Indonesia dengan Perguruan Tinggi dalam hal ini Telkom University, dengan menggugah mahasiswa/i yang sedang di berada kampung halaman karena pandemi Covid-19 untuk ikut terlibat langsung membantu kesulitan masyarakat desa mereka melalui inovasi-inovasi digital yang aplikatif sehingga tercipta peningkatan kemanfaatan sosial dan peningkatan ekonomi. Kegiatan ini juga salah satu bentuk nyata dalam melahirkan talent-talent digital masa depan.
Rektor Telkom University, Prof. Dr. Adiwijaya menyampaikan bahwa “Telkom University sebagai lembaga pendidikan tinggi dengan sekitar 30 ribu mahasiswa insya Allah akan terus melakukan inovasi, baik di bidang pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Innovillage 2020 dengan tagline Empowering Young Innovator for Digital Village merupakan Program kolaborasi yang diinisiasi antara PT Telkom Indonesia dan Telkom University. Program ini mewadahi mahasiswa untuk tetap produktif di tengah Pandemi Covid-19 dengan melakukan kegiatan sosial di desa yang membawa kebermanfaatan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Kegiatan ini juga selaras dengan Program Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Kampus Merdeka-Merdeka Belajar yaitu Kuliah Kerja Nyata/Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa dan Percepatan Transformasi Digital yang dicanangkan oleh Bapak Presiden RI. Dengan melatih kepekaan sosial mahasiswa terhadap kesulitan masyarakat saat ini di tengah Pandemi Covid-19 maupun kondisi secara umum, kami dorong untuk mampu memberikan ide/gagasan solutif dengan ukuran yang jelas berupa kebermanfaatan sosial dalam bentuk Social Project.”
Terdapat beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh peserta untuk dapat mengikuti kompetisi ini. Pertama, peserta wajib berstatus sebagai mahasiswa S1/D3 aktif yang sedang menempuh semester 3-akhir atau sedang menempuh pendidikan S2 pada semester 1-akhir. Kedua, tim terdiri dari 1-3 orang setiap mahasiswa hanya dapat mendaftar dalam satu tim atau hanya dapat mengajukan satu proposal. Ketiga, setiap tim didampingi oleh 1 dosen pendamping, dosen pendamping maksimal bisa mendampingi 5 kelompok Project Social. Keempat, proposal berisi ide inovasi yang memiliki kebermanfaatan masyarakat, solusi digital, kolaborasi dan sustainable, dikirim dalam format PDF. Kelima, peserta harus membuat video mengenai project dan di upload ke YouTube. Kemudian, peserta harus mendaftar pada halaman resmi dengan melampirkan proposal serta link video. Kegiatan ini dapat dikonvesi menjadi 2 SKS untuk mata kuliah KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan akan mendapatkan sertifikat bagi 100 social project.