Tele Health Care Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Secara Online Menggunakan Supervised Learning
28 Oktober 2020
Telkom University
Projek
- Judul:Tele Health Care Pemantauan Tumbuh Kembang Anak Secara Online Menggunakan Supervised Learning
- Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
- Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Bandung, Bojongsoang, Bojongsoang.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Telkom University
- Ketua:Mohammad Husain Rifai
- Angota#1:Salsabilah Putri Suharto
- Angota#2:Prisqia A. Hanifah
SDGs
Kesehatan yang Baik dan KesejahteraanShare
Deskripsi
Tele Health Care dapat membantu desa dalam melakukan monitoring terhadap tumbuh kembang anak sehingga dapat menurunkan jumlah stunting. Tele Health Care dapat memantau tumbuh kembang secara online dengan begitu pemantauan apakah anak memerlukan gizi lebih atau tidak dengan lebih mudah. Hal tersebut dilihat berdasarkan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar perut, dan lingkar lengan atas.
Kedepannya Tele Health Care dirancang agar dapat menerapkan sistem supervised learning dengan data tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar perut, dan lingkar lengan atas yang akan dilakukan perbandingan dengan data dari WHO tentang anak yang mengalami stunting. Sehingga dapat dilakukan prediktif jika anak mengalami kekurangan gizi. Dengan Tele Health Care yang berbasis online maka akan dapat melakukan monitoring dengan mudah terhadap pertumbuhan anak. Selain itu Tele Health masuk ke dalam Health Information System (HIS) yang dirancang untuk mengelola data perawatan kesehatan. Dalam fungsinya Tele Health Care ini sebagai Sistem Informasi dalam siklus Health Information System. Integrasi yang dilakukan untuk saat ini adalah dengan puskesmas, masyarakat dan rumah sakit untuk mengolah data.
Kegiatan yang akan dilakukan selama project ini dilakukan selama kurang lebih lima minggu. Pada minggu pertama dilakukan pembuatan proposal dan perencanaan serta pembuatan sistem. Selanjutnya, dilakukan pengembangan menggunakan metode supervised learning pada minggu kedua dan ketiga. Setelah dilakukan pengembangan tersebut dilakukan uji coba. Di minggu ketiga dan keempat dilakukan pengembangan UI/UX dan dilanjutkan sosialisasi sistem ke masyarakat. Lalu, diharapkan sistem ini dapat diterapkan melalui puskesmas-puskesmas yang ada di daerah Kelurahan Bojongsoang.
Dalam pelaksanaan projek pembuatan Tele Health Care terdapat tiga orang
- M. Husain Rifai dengan penugasan berupa merancang sistem informasi kesehatan, membuatan sistem informasi kesehatan dan melakukan sosialisasi sistem.
- Sasabilah Putri S dengan penugasan berupa merancang sistem informasi kesehatan, membuatan database dan melakukan sosialisasi sistem.
- Prisqia A. Hanifa dengan penugasan berupa merancang sistem informasi kesehatan, membuatan sistem informasi kesehatan dan melakukan sosialisasi sistem.
Manfaat dari projek ini antara lain adalah:
- Mempercepat solusi untuk menangani stunting.
- Mengintegrasikan informasi antara desa dan fasilitas pelayanan kesehatan.
- Sistem informasi kesehatan membantu mengumpulkan dan menganalisis data kesehatan untuk membantu mengelola kesehatan dan mengurangi biaya perawatan kesehatan.
- Mempercepat diagnosa kelainan dikarenakan setiap balita memiliki pertumbuhan yang berbeda-beda.
Proyek ini memiliki banyak kesan pesan baik senang maupun tidak begitu menyenangkan. Kesan mengerjakan proyek ini saat pandemic berlangsung sangat mendorong kami sebagai team untuk tetap harus berinovasi dan berfikir kreatif. Pandemi ini sangat menguji kreativitas mahasiswa untuk tetap selalu berkarya dan melakukan penerapan tri dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian masyarakat. Adanya innovilage sangat membantu kami menerapkan hal tersebut. Sebagai mahasiswa pun kami merasa beruntung karena tidak semua orang mampu mendapatkan kesempatan ini, untuk berinteraksi dengan kepala desa dan warga lainnya menyadarkan kami bahwa ilmu yang kami miliki dapat berguna untuk dapat menolong banyak orang kedepannya. Dengan adanya suka maka pastinya akan ada duka, adapun duka dari pengerjaan proyek ini adalah waktu yang kurang panjang sehingga masa pengimplementasian belum sempurna dan dengan adanya pandemi agenda implementasi ini tidak dapat berfungsi secara maksimal.