Start Up Agripreneur Pardes.Id sebagai Pusat Inkubator Bisnis Desa Sukomulyo Pujon Guna Mewujudkan Sociopreneur
04 Oktober 2021
Universitas Islam Malang
Projek
- Judul:Start Up Agripreneur Pardes.Id sebagai Pusat Inkubator Bisnis Desa Sukomulyo Pujon Guna Mewujudkan Sociopreneur
- Tanggal:04 Oktober 2021 - 28 November 2021
- Lokasi Sosial Projek:Jawa Timur, Kabupaten Malang, Pujon, Sukomulyo.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Islam Malang
- Ketua:Rizki Ramadhani S.
- Angota#1:Risky Rahmad Indarto
- Angota#2:Freih Jailani
SDGs
Infrastruktur, Industri dan InovasiShare
Deskripsi
Inovasi Social Project
Desa Sukomulyo merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Karakteristik wilayah desa berupa perbukitan dan pegunungan. Curah hujan rata-rata antara 875-3000 mm per tahun dan suhu rata-rata 21,50C. Kondisi geografis dan iklim sangat mendukung untuk kegiatan pertanian, peternakan dan wisata. Desa Sukomulyo mempunyai luas wilayah seluas 127 Ha, di dalamnya meliputi luas permukiman 64 Ha dan luas lahan pertanian 63 Ha. Penduduk Desa Sukomulyo mayoritas bekerja sebagai petani sayur dan pelaku usaha UMKM dan sisanya memiliki mata pencaharian sebagai peternak dan pegawai swasta / negeri. Potensi sayuran seperti wortel, Sawi hijau, sawi daging, selada, kubis, cabai, brokoli adalah komoditas unggulan masyarakat Desa Sukomulyo.Mayoritas mata pencaharian masyarakat Desa Sukomulyo ialah sebagai petani dimana setiap petani memiliki lahan rata rata 150 m2. Perhitungan hasil panen dalam sekali periode ialah 2 ton/150m2. Hal ini membuat komoditas sayuran di Desa Sukomulyo sangat melimpah. Permasalahan ini diperparah dengan sedikitnya potensi pengepul sayur di Desa Sukomulyo sehingga petani harus mendiamkan sayur di lahan dan baru dipanen saat giliran setor kepada pengepul. Bahkan pengepul juga akan menolak sayur dari petani jika stock di pengepul sudah penuh yang berakibat pada sayur yang terbuang sia-sia. Hal inilah yang membuat masyarakat petani rugi karena sayur tidak terdistribusikan. Petani yang tidak mempunyai jejaring penjualan secara langsung (direct selling) pasrah harga terhadap tengkulak/pengepul sayur.
Belum adanya unit usaha pengepakan sayuran segar serta pemasaran yang masih tergantung pengepul menyebabkan petani tidak mempunyai daya tawar produk petani terhadap tengkulak/pengepul. Petani tidak mempunyai bargaining position dan murni penjualan produk serta harga ditentukan oleh tengkulak. Apabila ada teknologi dan diversifikasi pengolahan tentunya dapat menghasilkan suatu produk bisnis yang menguntungkan. Penguatan pemasaran melalui digital marketing juga sangat dibutuhkan dalam era sekarang ini. Start up bisnis pertanian perlu diinisiasi dalam bentuk unit bisnis. Pemanfaatan sayuran berlimpah dengan inovasi Vegetable Fresh Pack dan diperkuat pemasaran dengan memanfaatkan fitur digital marketing website pardes.web.id maka potensi lokal desa dapat termanfaatkan dan menjadi komoditas unggulan desa dalam menunjang terbentuknya wirausaha lokal desa.
Video dokumentasi tonton di sini.