Loading...

Smart Kolok: Pengembangan Pusat Edukasi, Ekonomi dan Sosial Masyarakat Disabilitas Kolok (Bisu dan Tuli) Berbasis Mobile app

04 Oktober 2021
Universitas Pendidikan Ganesha

Projek

  • Judul:Smart Kolok: Pengembangan Pusat Edukasi, Ekonomi dan Sosial Masyarakat Disabilitas Kolok (Bisu dan Tuli) Berbasis Mobile app
  • Tanggal:04 Oktober 2021 - 28 November 2021
  • Lokasi Sosial Projek:Bali, Kabupaten Buleleng, Kubutambahan, Bengkala.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Pendidikan Ganesha
  • Ketua:Ni Ketut Anggriani
  • Angota#1:Ni Putu Ayu Pirdayanti
  • Angota#2:Komang Jepri Kusuma Jaya

SDGs

Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Desa Bengkala merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali. Desa Bengkala sebenarnya memiliki beragam potensi yang dapat dikembangkan, salah satu yang paling menonjol adalah dikenalnya Desa Bengkala sebagai Desa Kolok (Widiastini, et al., 2020: 204; Andika, 2018: 2). Kolok secara harfiah yang berarti bisu dan tuli, maka Desa Kolok artinya desa yang sebagian masyarakatnya menderita tuna rungu (bisu dan tuli) (Aryantika dan Darmawiguna, 2015: 2), atau tidak memiliki kemampuan untuk berbicara dan mendengar. Keterbatasan-keterbatasan yang dimiliki oleh masyarakat kolok menyebakan munculnya beberapa permasalahan pokok yang dihadapi oleh siswa kolok dan masyarakat kolok pada umumnya di Desa Bengkala, yakni Tidak efektif dan efisiennya pelaksanaan pembelajaran pada siswa kolok sebagai akibat dari adanya keterbatasan fisik siswa kolok yang tidak bisa berbicara dan mendengar, guru belum menggunakan media pembelajaran yang kreatif dan inovatif, sulitnya siswa kolok dalam memahami materi pembelajaran yang bersifat abstrak; Rendahnya pendapatan/pengahasilan masyarakat kolok; Menurunnya penjualan produk industri kreatif yang dihasilkan oleh masyarakat penyandang disabilitas kolok pada masa pandemi covid-19; Masyarakat umum, wisatawan ataupun peneliti sangat sulit untuk mendapatkan gambaran umum tentang kehidupan sosial kebudayaan masyarakat kolok.

Dari permasalahan yang sudah dipaparkan di atas, solusi yang akan ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut adalah pembuatan aplikasi “Smart Kolok: Pusat Edukasi, Ekonomi dan Sosial Masyarakat Disabilitas Kolok (Bisu dan Tuli) Berbasis Mobile Application”. Aplikasi ini akan sangat berkaitan erat dengan Sustainability Development Goals (SDGs) yakni pada tujuan nomor 4 yakni pendidikan berkualitas, nomor 8 yakni pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, dan nomor 9 yakni industry, innovation, and infrastructure. Aplikasi Smart Kolok nantinya akan berisikan fitur-fitur yang bertujuan untuk membantu msyarakat kolok dalam menjalani aktivitas maupun membantu masyarakat kolok dalam mengatasi permasalahan-permasalahan yang mereka hadapi. Fitur-fitur tersebut diantaranya Edukasi, Ekonomi, Sosial, Kesenian dan Kamus Kolok. Fitur kamus kolok sangat penting fungsinya karena dapat dipergunakan untuk menerjemahkan bahasa isyarat kolok ke bahasa Indonesia. Apalagi dalam situasi pandemi COVID-19 ini, siswa kolok belajar dari rumah tanpa guru dan pendamping yang bisa berbahasa kolok. Dengan kamus kolok, siapapun bisa mendampingi siswa kolok belajar. Mengingat bahasa yang sehari-hari digunakan siswa kolok adalah Bahasa Bali, dan tidak terbiasa menggunakan Bahasa Indonesia. Sehingga sangat dibutuhkan kamus bahasa kolok yang bisa membantu dalam menerjemahkan bahasa satu dengan bahasa yang lainnya.

“Sebaik-baiknya manusia, adalah ia yang bisa bermanfaat untuk orang lain”

Menjadi bagian dari TOP 120 INNOVILLAGE merupakan suatu yang sngat luar biasa karena kami bisa mengimplementasikan ide dan inovasi kami untuk membantu masyarakat desa yang membutuhkan. Dalam kegiatan ini judul projek yang kami implementasikan yaitu Smart Kolok: Pengembangan Pusat Edukasi, Ekonomi dan Sosial Masyarakat Disabilitas Kolok (Bisu dan Tuli) Berbasis Mobile Application. Projek sasaran kami adalah masyarakat tuli bisu atau biasa disebut dengan kolok di Desa Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng, Bali. Sangat senang dan berkesan bisa terjun langsung bertemu dengan masyarakat kolok Bengkala untuk melakukan aktivitas dan  beberapa kegiatan kebudayaan. Desa yang masih kental dengan adat dan budaya menjadikan desa ini memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan. Setiap terjun berkegiatan pasti selalu saja ada ide baru yang bermunculan untuk berinovasi di desa tersebut. Masyarakatnya yang ramah dan baik meskipun ditengah-tengah keterbatasan yang dimiliki membuat kami merasa nyaman berada disana. Banyak hal yang kami pelajari dari kegiatan ini diantaranya adalah saling mengayomi satu sama lain tanpa memandang kekurangan dari orang tersebut, belajar bekerjasama dengan masyarakat khususnya masyarakat kolok, belajar membuat produk dengan kearifan lokal bersama masyarakat kolok, mengembangkan produk, digitalisasi pemasaran produk, dan belajar melakukan kerjasama dengan beberapa pihak.  

Kegiatan Innovillage menjadikan kami lebih semangat untuk berinovasi dalam mengembangkan desa Bengkala, semoga program yang sangat luar biasa ini tetap berlanjut dan terus menghasilkan inovasi-inovasi yang bertujuan untuk membantu permasalahan-permasalahan desa di seluruh Indonesia. Membangun karakter generasi muda dan menumbuhkan keperdulian generasi muda untuk tergerak hatinya membangun desa menjadi yang lebih baik lagi.

Video dokumentasi tonton di sini.
Top