Loading...

Pembelajaran Mitigasi Bencana Melalui Cerita Bergambar

01 November 2024
Universitas Ivet

Projek

  • Judul:Pembelajaran Mitigasi Bencana Melalui Cerita Bergambar
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA TENGAH, SEMARANG, NGALIYAN, WONOSARI.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Ivet
  • Ketua:Pradangga Satriyaduta Amarda
  • Angota#1:`Pradangga Satriyaduta Amarda, Tiara Kristiani Prisanty, Anis Latifah

SDGs

Penanganan Perubahan Iklim

Share

Deskripsi

PENDIDIKAN mengenai kesiapsiagaan bencana sejak dini menjadi hal yang sangat penting, terutama bagi daerah yang rawan bencana, seperti Kota Semarang. Salah satu cara efektif untuk mengajarkan anakanak tentang mitigasi bencana adalah melalui media yang menarik dan mudah dipahami, seperti komik. Di SDN Wonosari 01, sebuah inovasi pendidikan bernama E-Komik ASIAP (Anak Siap dan Tanggap) hadir sebagai solusi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam menghadapi bencana banjir. Kawasan sekitar SDN Wonosari 01 terletak di daerah rawan banjir, yang mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat setempat. Menurut data dari BPBD Kota Semarang, pada tahun 2022, bencana banjir melanda beberapa kelurahan di Semarang Barat, termasuk Wonosari. Melihat kondisi ini, tim pengusul dari Universitas Ivet berinisiatif untuk mengembangkan E-Komik ASIAP sebagai sarana edukasi yang dapat mempersiapkan anak-anak dengan pengetahuan dan keterampilan mitigasi bencana banjir secara interaktif. Proyek ini dimulai dengan koordinasi bersama pihak sekolah dan BPBD Kota Semarang untuk merencanakan materi yang relevan mengenai mitigasi bencana banjir. Melalui proses forum diskusi terpumpun (FGD), modul E-Komik ini disusun dengan melibatkan para ahli, praktisi pendidikan, dan pihak terkait untuk memastikan kualitas materi yang diajarkan. Modul E-Komik ini mengajarkan berbagai aspek penting, seperti penyebab banjir, upaya penyelamatan diri, hingga tindakan yang perlu dilakukan pasca-bencana. Selama tahap implementasi, E-Komik ASIAP diperkenalkan kepada siswa SDN Wonosari 01 melalui pembelajaran dan simulasi. Siswa diberikan pemahaman tentang cara menyiapkan tas kesiapsiagaan bencana, serta langkah-langkah yang perlu diambil dalam menghadapi banjir. Pembelajaran ini tidak hanya teoretis, namun juga diikuti dengan simulasi yang memungkinkan siswa untuk mempraktikkan langsung apa yang telah dipelajari. Aktivitas ini berlangsung secara interaktif, di mana siswa dapat bertanya jawab dan memastikan pemahaman mereka terhadap materi yang disampaikan. Dampak dari implementasi E-Komik ASIAP sangat signifikan. Berdasarkan hasil evaluasi melalui pretest dan post-test, terjadi peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa mengenai bencana banjir dan kesiapsiagaan bencana. Sebelum pelaksanaan program, banyak siswa yang memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai bencana banjir, dengan skor rata-rata pre-test 32 (kategori kurang). Namun, setelah mengikuti pembelajaran dan simulasi, skor ratarata post-test meningkat menjadi 46 (kategori baik). Hal ini menunjukkan efektivitas E-Komik ASIAP dalam mengedukasi anak-anak mengenai mitigasi bencana secara menyenangkan dan mudah dipahami. Selain manfaat bagi siswa, inovasi ini juga memberikan peluang keberlanjutan yang luas. Modul E-Komik ASIAP dapat terus diakses oleh masyarakat melalui platform digital seperti Pijarsekolah.id, yang akan memungkinkan lebih banyak sekolah dan individu yang tinggal di daerah rawan bencana untuk mengakses materi edukatif ini. Dengan begitu, E-Komik ASIAP tidak hanya terbatas pada SDN Wonosari 01, tetapi dapat diakses oleh sekolah-sekolah lain di berbagai daerah. Melalui kolaborasi antara berbagai pihak, seperti BPBD Kota Semarang, PPMI, dan pihak sekolah, proyek ini tidak hanya menciptakan sebuah alat edukasi yang efektif, tetapi juga membuka jalan untuk kolaborasi lebih lanjut dalam pengembangan media edukasi berbasis teknologi. Ke depan, E-Komik ASIAP berpotensi menjadi model inovatif yang dapat diterapkan di daerah rawan bencana lainnya, sekaligus memberikan dampak positif yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.

Top