Loading...

Mitigasi Banjir di Bojongsoang dengan Pendekatan Teknologi

01 November 2024
Universitas Telkom

Projek

  • Judul:Mitigasi Banjir di Bojongsoang dengan Pendekatan Teknologi
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:JAWA BARAT, BANDUNG, BOJONGSOANG, DESA BOJONGSOANG.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Telkom
  • Ketua:Syfanadya Wening Adi
  • Angota#1:Syfanadya Wening Adi, Muhammad Atthariq, Muhammad Rizky

SDGs

Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

DESA Bojongsoang, yang terletak di dasar Cekungan Bandung, merupakan kawasan yang rawan banjir setiap musim hujan. Salah satu wilayah yang paling terparah terdampak adalah RT 03 RW 10, yang berdekatan dengan bantaran sungai dan berada di titik terendah. Banjir yang sering melanda kawasan ini menyebabkan kerugian besar bagi 696 kepala keluarga yang tinggal di sana, baik materiil maupun immateriil. Banyak warga yang terjebak dalam bencana ini, terutama saat banjir terjadi pada malam hari ketika mereka tidak menyadari tanda-tanda datangnya air bah. Sebagai respons terhadap masalah ini, tim dari SAS System Innovation mengembangkan sebuah solusi berbasis teknologi Internet of Things (IoT), yang memungkinkan pemantauan ketinggian air secara real-time. Sistem ini dilengkapi dengan perangkat IoT yang ditempatkan di titik rawan banjir, serta aplikasi mobile Floodi yang dapat memberikan notifikasi peringatan dini kepada warga. Selain itu, sistem ini juga dilengkapi dengan sirene otomatis yang berbunyi saat ketinggian air mencapai batas yang berpotensi menyebabkan banjir, serta CCTV yang memungkinkan pemantauan visual secara langsung. Fitur utama sistem ini adalah pemantauan ketinggian air menggunakan sensor waterflow dan raindrop sensor yang terkoneksi dengan aplikasi Floodi. Data ketinggian air dikirim secara real-time dan dapat diakses oleh warga untuk memantau situasi terkini. Begitu ketinggian air mencapai batas bahaya, sirene secara otomatis berbunyi, memberikan peringatan lebih lanjut kepada warga untuk mengambil langkahangkah evakuasi. Dengan sistem ini, masyarakat di Desa Bojongsoang diharapkan dapat mengurangi risiko terjebak banjir, menghindari kerugian harta benda, dan meningkatkan kesiapsiagaan mereka terhadap bencana. Proyek ini dilaksanakan dalam tiga tahap. Pada tahap pertama, tim merancang sistem dan desain UI/UX aplikasi, serta melakukan koordinasi dengan pihak desa dan masyarakat. Tahap kedua mencakup pengembangan perangkat IoT dan aplikasi Floodi, yang sudah mencapai 90% penyelesaian. Di tahap ketiga, tim fokus pada pemasangan perangkat dan pelatihan penggunaan sistem kepada masyarakat. Sistem ini sudah mulai diuji coba, meski masih terdapat beberapa kendala teknis, seperti aplikasi yang masih dalam tahap review di Play Store dan masalah posisi sensor yang menyebabkan sirene tidak berbunyi saat banjir pertama kali terjadi pada 25 Februari 2025. Namun, meskipun terdapat beberapa hambatan, sistem ini tetap menunjukkan potensi besar dalam mitigasi banjir. Dengan adanya perangkat IoT yang dipasang dan aplikasi yang terus diperbarui, proyek ini diharapkan dapat menjadi model untuk desa-desa lain yang menghadapi permasalahan serupa. Keberlanjutan proyek ini akan lebih diperkuat dengan rencana pengembangan sistem otomatisasi pompa air, yang akan menyala ketika perangkat mendeteksi ketinggian air yang tinggi, serta penambahan fitur identitas perangkat untuk mempersonalisasi pemantauan di berbagai daerah. Keberhasilan sistem ini tidak lepas dari kolaborasi yang baik antara tim SAS System Innovation, pihak desa, serta masyarakat setempat. Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, teknologi ini bisa berkembang lebih jauh dan memberikan manfaat yang lebih besar dalam mitigasi bencana banjir di masa depan. Proyek ini bukan hanya memberikan solusi bagi Desa Bojongsoang, tetapi juga membuka peluang untuk diterapkan di wilayah lain yang rawan banjir, meningkatkan kesiapsiagaan, dan mempercepat respons terhadap bencana alam.

Top