Meningkatkan Produktivitas Peternak Lebah Trigona
01 November 2024
Universitas Hasanuddin
Projek
- Judul:Meningkatkan Produktivitas Peternak Lebah Trigona
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:SULAWESI SELATAN, BONE, BONTOCANI, PAMUSSURENG.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Hasanuddin
- Ketua:Nurul Qamariyah
- Angota#1:Nurul Qamariyah, Nur Rezy Parasita, Saidil
SDGs
Menghapus Kemiskinan Mengakhiri Kelaparan Konsumsi dan Produksi yang BertanggungjawabShare
Deskripsi
PETERNAKAN lebah Trigona, khususnya di wilayah Pamussureng, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menghadapi tantangan besar dalam meningkatkan hasil produksi madu. Para peternak kerap bergantung pada pemantauan manual terhadap kondisi sarang, yang tidak hanya memakan waktu, tetapi juga rentan terhadap ketidakakuratan. Pada akhirnya, faktor-faktor lingkungan seperti suhu dan kelembapan yang tidak terpantau dengan baik dapat memengaruhi kesehatan koloni dan menurunkan produktivitas madu. Berangkat dari permasalahan ini, tim Bee Forens dari Universitas Hasanuddin mengembangkan sebuah solusi inovatif berbasis Internet of Things (IoT), yang tidak hanya mempermudah pemantauan kondisi sarang, tetapi juga meningkatkan hasil produksi madu. Inovasi yang diperkenalkan tim Bee Forens ini adalah sebuah sistem monitoring terpadu berbasis IoT yang memungkinkan para peternak untuk memantau suhu, kelembapan, dan berat sarang madu secara real-time. Dengan adanya teknologi ini, peternak dapat lebih cepat merespons perubahan kondisi lingkungan yang dapat memengaruhi kesehatan lebah, seperti suhu yang terlalu tinggi atau kelembapan yang rendah. Sistem ini terpasang pada lima stup lebah di lokasi implementasi dan terhubung dengan aplikasi pemantauan yang dapat diakses kapan saja oleh peternak. Selama tahap implementasi, sistem monitoring ini mengalami beberapa proses penting, dimulai dari riset awal untuk memahami tantangan yang dihadapi peternak, hingga pengujian sistem diapangan untuk memastikan akurasi data yang dihasilkan. Tim Bee Forens juga melibatkan masyarakat setempat dalam sosialisasi dan pelatihan mengenai cara penggunaan teknologi ini. Masyarakat antusias menyambut inovasi ini, karena mereka menyadari bahwa pemantauan yang lebih efisien dapat meningkatkan kualitas madu yang mereka hasilkan dan mengurangi risiko kegagalan produksi. Dampak dari implementasi sistem ini sudah dapat dirasakan oleh peternak. Dengan pemantauan yang lebih tepat dan real-time, produktivitas madu meningkat 15 hingga 20 persen, serta efisiensi dalam pengecekan sarang juga bertambah. Peternak kini tidak lagi perlu memeriksa sarang secara manual 2 hingga 3 kali sehari, karena mereka cukup memantau kondisi sarang melalui aplikasi. Keuntungan lainnya, risiko koloni lebah kehilangan kehidupan akibat ketidaktahuan terhadap perubahan lingkungan dapat diminimalisasi. Selain itu, biaya operasional pun lebih terkontrol, karena pemantauan lebih terstruktur dan terjadwal dengan baik. Proyek ini tidak hanya bermanfaat bagi peternak, tetapi juga memberikan nilai tambah dalam pengembangan teknologi di sektor agribisnis. Dengan menggunakan teknologi IoT, peternak tidak hanya bisa meningkatkan hasil produksi mereka, tetapi juga memperkuat daya saing produk lebah di pasar yang semakin berkembang. Selain itu, sistem yang dikembangkan oleh Bee Forens berpotensi untukdiperluas ke sektor agribisnis lain, seperti peternakan dan pertanian, untuk mendukung digitalisasi di sektor ini. Keberlanjutan proyek ini tampak jelas dengan potensi replikasi di wilayah lain yang memiliki potensi besar dalam peternakan lebah madu. Tim Bee Forens juga melihat peluang untuk mengembangkan sistem lebih lanjut dengan fitur-fitur seperti prediksi cuaca atau deteksi penyakit lebah. Dukungan dari pemerintah dan lembaga terkait akan memperkuat penerapan teknologi ini di masa depan, menciptakan dampak sosial dan ekonomi yang lebih besar. Dengan demikian, proyek Bee Forens tidak hanya berhasil mengatasi masalah yang dihadapi peternak lebah Trigona, tetapi juga membuka jalan bagi inovasi yang dapat mempercepat digitalisasi sektor pertanian dan peternakan di Indonesia. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa teknologi, apabila diterapkan dengan tepat, dapat memberikan solusi yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat peternak.