Meningkatkan Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat Kolok
01 November 2024
Universitas Pendidikan Ganesha
Projek
- Judul:Meningkatkan Kesejahteraan dan Pemberdayaan Masyarakat Kolok
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:BALI, BULENGLENG, KUBUTAMBAHAN, BALI.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Pendidikan Ganesha
- Ketua:Ni Luh Ayunisha Riswaray
- Angota#1:Ni Luh Ayunisha Riswaray, Ni Made Dwi Pujayani, I Putu Bagus Kresna Dana
SDGs
Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan Pendidikan Bermutu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Mengurangi KetimpanganShare
Deskripsi
DESA Bengkala, yang terletak di Kabupaten Buleleng, Bali, memiliki keunikan yang membedakannya dari desa-desa lain di Bali. Desa ini dikenal dengan sebutan “desa inklusif kolok” karena mayoritas penduduknya adalah penyandang disabilitas kolok (tuli bisu). Meskipun hidup berdampingan dengan masyarakat umum, mereka menghadapi tantangan besar dalam mengakses pendidikan dan kehidupan yang layak. Masalah sosial dan ekonomi ini mendorong tim Gemilang dari Universitas Pendidikan Ganesha untuk meluncurkan program “Gemilang Edu” yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat kolok melalui pendidikan berbasis teknologi tepat guna. Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat kolok di Desa Bengkala adalah tingkat literasi dan numerasi yang sangat rendah, dengan lebih dari 87% dari mereka buta aksara. Selain itu, masyarakat ini juga menghadapi keterbatasan dalam memperoleh keterampilan hidup, kewirausahaan, dan akses ke teknologi digital yang memadai. Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai buruh tani dengan pendapatan yang jauh di bawah upah minimum kabupaten, yang mengakibatkan kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup mereka. Program Gemilang Edu hadir sebagai solusi untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah aplikasi Ga-Match, sebuah platform pembelajaran digital yang memanfaatkan teknologi augmented reality (AR) untuk menyampaikan materi kesehatan reproduksi, literasi, dan numerasi. Aplikasi ini dirancang khusus dengan bahasa isyarat kolok untuk memastikan pemahaman yang optimal bagi komunitas ini. Selain itu, tim Gemilang juga memperkenalkan solar dryer bertenaga surya untuk mengolah hasil pertanian jamur tiram menjadi produk bernilai tinggi seperti nugget jamur, tepung jamur, dan jamur crispy. Dengan adanya diversifikasi produk ini, diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat kolok secara signifikan. Keberhasilan implementasi program ini juga terlihat dari peningkatan keterampilan life skills bagi masyarakat kolok. Melalui pelatihan pembuatan produk olahan jamur tiram dan kewirausahaan, banyak anggota komunitas yang kini mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomi, bahkan beberapa di antaranya telah memulai usaha sendiri. Lebih dari 60% dari masyarakat kolok yang sebelumnya mengandalkan pekerjaan kasar kini mampu mengembangkan keterampilan mereka dan menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi. Selain itu, tingkat literasi digital mereka juga meningkat, dengan lebih dari 50% mampu mengoperasikan perangkat digital yang digunakan untuk memasarkan produk mereka secara online. Keberlanjutan program ini juga dipastikan dengan adanya kolaborasi antara pihak desa, pemerintah setempat, dan berbagai mitra eksternal seperti Puskesmas Kubutambahan serta Universitas Pendidikan Ganesha. Program ini tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi, tetapi juga memperkuat solidaritas sosial antarwarga, yang menjadi landasan penting dalam pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan. Dengan adanya upaya yang terus berlanjut, seperti pelatihan lanjutan dan pengembangan sentra kewirausahaan, diharapkan Desa Bengkala dapat menjadi model pemberdayaan masyarakat disabilitas yang dapat diterapkan di daerah lain.