Loading...

Mendorong Posyandu Lebih Efisien dan Akurat

01 November 2024
Universitas Tidar

Projek

  • Judul:Mendorong Posyandu Lebih Efisien dan Akurat
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:Jawa Tengah, kota magelang, magelang utara, kramat selatan.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Tidar
  • Ketua:Hadyan Gani Susilo
  • Angota#1:Hadyan Gani Susilo, Aldiansyah Destio, Nibras Hafidz Alfi Na’il

SDGs

Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan

Share

Deskripsi

MASALAH stunting masih menjadi tantangan serius di banyak daerah di Indonesia. Kelurahan Kramat Selatan, Kota Magelang, menjadi salah satu wilayah yang mencatat angka stunting cukup tinggi, yakni 11,89 persen. Angka ini berada di atas rata-rata kecamatan maupun kota. Padahal, kelurahan ini terletak tidak jauh dari pusat kota dan kampus unggulan Universitas Tidar. Fakta ini menegaskan bahwa kedekatan dengan fasilitas pendidikan belum tentu berbanding lurus dengan kesadaran gizi dan kesehatan anak. Tim mahasiswa Universitas Tidar yang tergabung dalam Tim GND melihat kondisi tersebut sebagai peluang untuk menghadirkan solusi nyata. Mereka merancang sebuah inovasi bernama Stunt Care, sistem monitoring tumbuh kembang anak usia 0–5 tahun berbasis pencatatan digital. Ide ini berangkat dari masalah klasik di posyandu, yaitu pencatatan manual yang memakan waktu dan rawan kesalahan. Petugas posyandu harus menulis ulang data setiap kali kegiatan berlangsung, sementara orang tua sulit memantau perkembangan anak secara berkesinambungan. Stunt Care dirancang untuk menjawab masalah itu. Inovasi ini menggabungkan alat ukur tinggi dan berat badan untuk bayi maupun balita dengan sistem pencatatan digital. Data hasil pengukuran terkirim otomatis ke Google Sheet sehingga petugas posyandu tidak perlu lagi menulis ulang. Orang tua juga dapat memantau perkembangan anak cukup dengan memindai barcode yang tertera pada kartu posyandu digital. Dalam hitungan detik, data sudah tersimpan rapi dan bisa diakses kapan saja. Proses pengembangan dilakukan secara bertahap. Pada periode awal, tim membuat prototipe sederhana sambil menggali informasi langsung di posyandu. Tahap berikutnya, mereka menyempurnakan sistem hingga mampu menghubungkan beberapa perangkat menggunakan protokol MQTT. Hasil uji coba menunjukkan data dapat terkirim dengan baik ke basis penyimpanan digital. Di periode akhir, tim memperbaiki rancangan berdasarkan masukan tenaga kesehatan setempat, lalu melakukan sosialisasi kepada kader posyandu. Dampak inovasi ini terukur jelas. Jika sebelumnya pencatatan manual memakan waktu sekitar satu menit, kini cukup tujuh detik. Begitu pula pengukuran tinggi dan berat badan yang semula butuh tiga menit, dengan Stunt Care bisa selesai dalam satu menit. Hasil uji akurasi pun menunjukkan alat ini sebanding bahkan lebih presisi dibandingkan alat ukur konvensional yang digunakan posyandu. Selain efisiensi, kehadiran Stunt Care memberikan rasa aman bagi orang tua. Dengan data yang tersimpan digital, mereka tidak perlu khawatir kehilangan catatan tumbuh kembang anak. Fitur kartu posyandu dengan barcode juga memberi pengalaman baru, sekaligus menarik minat masyarakat untuk lebih aktif datang ke posyandu. Meskipun masih memerlukan kalibrasi di Badan Metrologi sebelum digunakan secara penuh, inovasi ini sudah mendapatkan sambutan positif. Tenaga kesehatan mengaku terbantu, sementara orang tua merasa lebih mudah memantau perkembangan anak. Tim GND juga menyiapkan pengembangan lanjutan, seperti menambah parameter pengukuran lingkar kepala, lingkar lengan, hingga tensi. Ke depan, sistem ini berpeluang dikembangkan menjadi aplikasi atau web khusus. Inovasi sederhana namun tepat sasaran ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat menjawab persoalan kesehatan masyarakat. Dengan Stunt Care, posyandu di Kramat Selatan tidak hanya lebih efisien, tetapi juga lebih akurat dalam mencegah stunting.

Top