Inovasi Pengelolaan Air Sisa Wudhu untuk Keberlanjutan
01 November 2024
Universitas Syiah Kuala
Projek
- Judul:Inovasi Pengelolaan Air Sisa Wudhu untuk Keberlanjutan
- Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
- Lokasi Sosial Projek:ACEH, ACEH BESAR, DARUSSALAM, KOPELMA DARUSSALAM.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Universitas Syiah Kuala
- Ketua:Muhammad Aditya Yufnanda
- Angota#1:Muhammad Aditya Yufnanda, Silviani Amanda
SDGs
Akses Air Bersih dan Sanitasi Penanganan Perubahan IklimShare
Deskripsi
K AWASAN Kopelma Darussalam di Banda Aceh merupakan pusat pendidikan, sosial, dan keagamaan. Kawasan itu menghadapi tantangan dalam mengelola konsumsi air bersih, khususnya di masjid dan musala. Setiap hari, ribuan jemaah berwudhu dengan rata-rata penggunaan air 3 liter per orang, menghasilkan konsumsi air yang sangat tinggi. Sayangnya, air sisa wudhu ini terbuang begitu saja tanpa dimanfaatkan lebih lanjut. Proyek WudhuCycle hadir untuk mengatasi masalah ini dengan solusi inovatif: mendaur ulang air sisa wudhu untuk penggunaan non-konsumsi seperti membersihkan lantai masjid atau menyiram tanaman. WudhuCycle menggunakan teknologi sensor dan mikrokontroler untuk mengelola air sisa wudhu secara otomatis. Sistem ini dilengkapi dengan sensor aliran air dan sensor ultrasonik yang memantau kapasitas tangki penampungan. Ketika air sisa wudhu mengalir, sistem otomatis memindahkannya ke tangki daur ulang, yang dapat digunakan kembali untuk kebersihan masjid. Mikrokontroler Arduino Uno mengendalikan seluruh proses, dan data mengenai volume air dapat dipantau secara realtime melalui layar LCD atau aplikasi berbasis Telegram. Tujuan dari sistem ini adalah untuk mendukung efisiensi penggunaan air, sesuai dengan prinsip SDG 6.4 yang menekankan pentingnya keberlanjutan sumber daya air. Selain itu, proyek ini berkontribusi pada pencapaian SDG 13.3.1 dengan meningkatkan kesadaran akan konservasi air dan mendorong praktik berkelanjutan di masyarakat. Dengan memanfaatkan kembali air sisa wudhu, masjid dapat mengurangi ketergantungan pada sumber air bersih yang erbatas, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan. Setelah dimulai dengan koordinasi internal dan eksternal pada Desember 2024, tim WudhuCycle melanjutkan dengan perakitan dan pengujian prototipe. Setelah beberapa perbaikan dan penyempurnaan desain, tim berencana mengimplementasikan sistem di Mushalla Darul Faizin. Pada tahap kedua, tim melakukan pembelian komponen baru seperti sensor ultrasonik, motor servo, dan Arduino, serta memulai tahap pengujian dan pemasangan di lokasi yang telah disurvei. Sistem ini diharapkan dapat menghemat sekitar 200 liter air per hari, tergantung pada jumlah jamaah. Selain manfaat langsung bagi pengurus mushalla, proyek ini membuka peluang untuk diadopsi oleh masjid dan mushalla lainnya di Aceh. Keberhasilan implementasi ini juga menunjukkan bahwa dengan sedikit perubahan teknis, sistem sederhana namun efisien dapat membantu mengurangi pemborosan air secara signifikan. Inovasi ini tidak hanya memberikan solusi praktis dalam pengelolaan air, tetapi juga memperlihatkan potensi kolaborasi antara mahasiswa, masyarakat, dan pihak-pihak terkait untuk menciptakan perubahan yang lebih berkelanjutan. Sebagai contoh yang dapat diterapkan di berbagai tempat ibadah, WudhuCycle mengedepankan prinsip efisiensi, keberlanjutan, dan kepedulian terhadap lingkungan.