Loading...

Inovasi Mengubah Limbah Sabut Kelapa Menjadi Peluang

01 November 2024
Universitas Hasanuddin

Projek

  • Judul:Inovasi Mengubah Limbah Sabut Kelapa Menjadi Peluang
  • Tanggal:01 November 2024 - 01 Februari 2025
  • Lokasi Sosial Projek:SULAWESI SELATAN, BONE, LAPPARIAJA, TENRI PAKKUA.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Universitas Hasanuddin
  • Ketua:Erwin
  • Angota#1:Erwin, Pendy P, Refi Hardian Purnama

SDGs

Menghapus Kemiskinan Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

P ROYEK inovatif yang dihadirkan di Desa Tenri Pakkua, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan, membawa perubahan besar bagi masyarakat setempat. Tim mahasiswa dari Universitas Hasanuddin berhasil mengubah limbah sabut kelapa yang selama ini tidak bernilai menjadi produk bernilai jual tinggi yang dapat memperbaiki kondisi ekonomi masyarakat, terutama perempuan. Inovasi ini diberi nama Kokoviber, sebuah media tanam yang terbuat dari sabut kelapa yang diolah dengan teknologi sederhana dan pemasaran berbasis digital. Sebelum proyek dimulai, mayoritas warga desa tidak tahu bahwa sabut kelapa memiliki nilai jual dan bisa dijadikan produk yang bermanfaat. Sebanyak 19 dari 20 orang yang diberikan kuesioner awal tidak mengetahui potensi sabut kelapa sebagai media tanam. Namun, setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan pembuatan Kokoviber, masyarakat mulai memahami cara mengolah sabut kelapa menjadi media tanam yang ramah lingkungan, serta nilai jualnya yang semakin tinggi. Proses implementasi dimulai dengan sosialisasi yang mengedukasi warga tentang potensi sabut kelapa yang telah diolah menjadi Kokoviber. Selanjutnya, tim mengembangkan mesin untuk mempermudah proses produksi Kokoviber, serta mendirikan bengkel untuk pembuatan alat tersebut. Inovasi berikutnya adalah pelatihan pemasaran digital, yang memungkinkan produk Kokoviber dipasarkan melalui platform online, memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan pendapatan masyarakat. Semua pelatihan ini berjalan sukses, dengan hasil yang terlihat jelas pada peningkatan pengetahuan dan keterampilan warga. Salah satu dampak terbesar dari proyek ini adalah terciptanya lapangan pekerjaan baru bagi warga, khususnya perempuan. Sebelumnya, sebagian besar perempuan di Desa Tenri Pakkua mengandalkan pekerjaan rumah tangga. Namun, kini mereka bisa ikut serta dalam proses produksi dan penjualan Kokoviber, yang meningkatkan pendapatan keluarga mereka. Selain itu, proyek ini turut mempererat hubungan sosial antarwarga, menciptakan rasa kebersamaan yang kuat, dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan limbah dengan cara yang ramah lingkungan. Inovasi Kokoviber juga memiliki dampak yang lebih luas, terutama dalam sektor pertanian urban. Dengan semakin terbatasnya lahan pertanian di daerah perkotaan, media tanam berbasis sabut kelapa ini memberikan alternatif yang murah dan ramah lingkungan bagi para petani urban yang ingin berkebun tanpa membutuhkan tanah. Keunikan produk Kokoviber terletak pada kemampuannya untuk menyerap air dengan baik, yang mendukung pertumbuhan akar tanaman dengan optimal. Selain itu, produk ini diperkaya dengan pupuk kandang yang meningkatkan kualitas media tanam. Peluang keberlanjutan proyek ini sangat besar, mengingat bahan baku utama—sabut kelapa— akan selalu ada sepanjang tahun. Oleh karena itu, produksi Kokoviber dapat terus berlanjut tanpa khawatir kehabisan bahan baku. Seiring dengan berkembangnya tren pertanian vertikal dan urban farming, Kokoviber memiliki prospek pasar yang luas dan berpotensi untuk menjadi produk unggulan di masa depan. Proyek ini juga menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara berbagai pihak untuk mewujudkan inovasi. Dukungan penuh dari dosen pendamping, tim mahasiswa, pemerintah setempat, dan masyarakat yang antusias telah memastikan keberhasilan proyek ini. Dengan langkah-langkah yang telah diambil dan keberlanjutan yang terjamin, Kokoviber berpotensi menjadi salah satu produk yang dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi yang besar, baik bagi masyarakat setempat maupun bagi pasar yang lebih luas.

Top