Implementasi flooid.id sebagai pelopor masyarakat sigap banjir
04 Oktober 2021
Telkom University
Projek
- Judul:Implementasi flooid.id sebagai pelopor masyarakat sigap banjir
- Tanggal:04 Oktober 2021 - 28 November 2021
- Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Bandung, Dayeuhkolot, Citeureup.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Telkom University
- Ketua:Moh Aqsa Almubaraks
- Angota#1:Risma Nur Damayanti
- Angota#2:Ilham maulana mubarok
SDGs
Infrastruktur, Industri dan InovasiShare
Deskripsi
Inovasi Social Project
“Belum adanya suatu sistem yang dapat memberikan peringatan terkait datangnya banjir, sehingga kerugian yang kami alami bisa sangat besar” Desa Citeureup merupakan sebuah desa yang berada di Kecamatan Dayeuhkolot Kab. Bandung Jawa Barat yang letaknya berada dekat dengan Telkom University. Pada tahun 2019, desa ini digadang-gadang sebagai desa digital bertajuk “Kampung Cyber” dengan prospek menjadi sentra berbagai aspek digital bagi Kecamatan Dayeuhkolot. Akan tetapi, potensi untuk memajukan masyarakat Desa Citeureup melalui inisiatif “Kampung Cyber” dalam dua tahun ini relatif stagnan. Masyarakat desa menghadapi kendala yang sangat kritikal dalam berbagai upaya pembangunan desa, termasuk inisiatif kampung cyber, yaitu bencana banjir tahunan. Berada di pinggir sungai Citarum, kawasan ini sering mendapatkan air kiriman dengan jumlah yang sangat besar dimana saluran air dan sungai yang berada di sekitar daerah ini tidak dapat menampung jumlah debit air yang tinggi. Isu ini terjadi sudah bertahun-tahun lamanya, dimana jika terjadi banjir akan banyak rumah warga dan akses jalan raya yang terendam banjir sehingga membuat aktivitas warga lumpuh total. Berdasarkan kondisi ini, kami berargumen bahwa inisiatif pembangunan Desa Citeureup, termasuk melalui Kampung Cyber, tidak akan memiliki kemajuan yang signifikan jika permasalahan banjir tahunan ini masih mendisrupsi upaya masyarakat sekitar. Sejalan dengan program percepatan pemulihan ekonomi Provinsi Jawa Barat, usulan inisiatifinnovillage ini bertujuan untuk mengembangkan teknologi terpadu berupaimplementasi sistem cerdas mitigasi bencana banjir, yang akan memberikan warning atau peringatan kepada warga atau stakeholder terkait ketika ketinggian air di sungai sudah berbahaya dan akan menyebabkan banjir, sehingga nantinya ketika banjir sebentar lagi terjadi para warga sudah siap dalam menghadapi banjir tersebut bahkan dapat melakukan evakuasi sedini mungkin untuk menimalisir kerugian yang dapat ditimbulkan olehnya.
Kesan
Innovillage merupakan program luar biasa yang tidak hanya mengajarkan kami sebagai mahasiswa untuk peka terhadap permasalahan sosial disekitar kami tapi lebih dari itu innovillage adalah tempat kami untuk bertumbuh dan belajar banyak hal untuk menjadi pribadi yang lebih baik melalui serangkaian proses yang kami lalui selama tahapan implementasi. Kami merasa beruntung sudah diberikan kepercayaan oleh dosen pembimbing dan innovillage untuk bisa benar-benar mewujudkan ide inovasi kami. Dengan mendapat kesempatan besar ini, kami dapat berkontribusi dengan memberikan solusi nyata atas permasalahan yang terjadi di daerah kami. Terima Kasih innovilllage untuk ilmunya. Saya sangat berharap semakin banyak anak muda yang peka terhadap permasalahan sosial yang ada disekitarnya dan mampu memanfaatkan kesempatan seperti kompetisi sosial innovillage ini untuk membantu masyarakat. Karena kami percaya dengan membangun desa kita mulai membangun bangsa.
Pesan
Menjadi seorang mahasiswa merupakan sebuah keberuntungan dan juga kesempatan yang tidak semua orang bisa merasakannya oleh karena itu kita harus menjadi mahasiswa yang berkualitas. Salah satunya dengan siap dan tanggap sebagai agen perubahan, mengingat satu hal yang penting yang perlu kita pahami sebagai mahasiswa dan individu, bahwa nilai akhir dari proses pendidikan yang kita jalani terekapitulasi dari keberhasilannya untuk menciptakan perubahan bukan hanya pada diri sendiri namun juga lingkungan.