Cyber Citeureup
28 Oktober 2020
Telkom University
Projek
- Judul:Cyber Citeureup
- Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
- Lokasi Sosial Projek:Jawa Barat, Kabupaten Bandung, Dayeuhkolot, Citeureup.
Inovator
- Perguruan Tinggi:Telkom University
- Ketua:Diya Annisa
- Angota#1:Nadia Saabira Y. S.
- Angota#2:Wafa Nur Izzah
SDGs
Infrastruktur, Industri dan Inovasi Kota dan Komunitas yang BerkelanjutanShare
Deskripsi
Kampung Cyber merupakan bangunan yang berdiri di kawasan Desa Citeureup Kecamatan Dayeuhkolot Kabupaten Bandung. Kampung Cyber didirikan sebagai bukti fisik proses pembangunan desa dari desa berkembang menuju desa mandiri. Sayangnya pemanfaatan dari tempat ini belum optimal. Padahal, seharusnya keberadaan Kampung Cyber bisa lebih digali kebermanfaatannya, sehingga dapat dirasakan oleh seluruh warga Desa Citeureup.
Menurut data yang diperoleh, ada dua persoalan yang cukup menjadi perhatian, yakni rendahnya tingkat literasi warga dan tidak maksimalnya pemberdayaan ekonomi warga. Oleh karena itu, berangkat dari persoalan yang ada, muncul ide yang diharapkan dapat menjadi solusi terkait dengan persoalan di Desa Citeureup. Yakni pengembangan perpustakaan digital sebagai upaya solutif untuk meningkatkan pemberdayaan warga Desa Citeureup dengan meningkatkan kesadaran literasi.
INOVASI
Penciptaan perpustakaan digital Desa Citeureup melalui sebuah website. Website ini memuat tentang informasi-informasi yang terdapat dalam desa tersebut seperti berita terkini yang terjadi di lingkungan desa dan informasi mengenai UMKM yang dimiliki oleh warga. Selain itu, pada website ini juga menyediakan ilmu akademik maupun non akademik yang berupa ebook, artikel, atau informasi pendukung lainnya. Sehingga website ini dapat diakses oleh semua kalangan baik anak-anak maupun orang tua.
Manfaat dari keberadaan website ini adalah memudahkan warga untuk mendapatkan informasi akademik maupun non akademik sehingga dapat menambah wawasan warga sekitar. Selain itu, warga juga mendapatkan kemampuan dalam mengakses informasi secara online dan menggunakan perangkat digital secara baik dan benar. Walaupun manfaat yang diperoleh tidak terasa secara langsung sehingga program ini membutuhkan bantuan dari organisasi-organisasi yang terdapat pada Desa Citeureup yang meliputi perkumpulan ibu-ibu (PKK), Karang Taruna, serta perangkat desa.
IMPLEMENTASI
Pada minggu pertama, kami berkoordinasi awal bersama dengan tim mengenai pembagian tugas. Selain itu, kami juga berdiskusi dengan perangkat desa mengenai kebutuhan sebenarnya dalam website, penyimpanan dan keamanan fasilitas perpustakaan digital, pemberdayaan karang taruna sebagai pengelola tetap perpustakaan digital selanjutnya, dan proses sosialisasi program perpustakaan digital. Tidak terleat juga, kami melakukan koordinasi dengan dosen pendamping mengenai website.
Pada minggu ke-2, hal yang kami lakukan adalah berkoordinasi bersama dengan programmer mengenai konsep dari aplikasi berbasis website. Aplikasi ini memiliki inti yaitu menyediakan perpustakaan digital dan berita agenda masyarakat Desa Citeureup. Dengan programmer, kami membahas juga wireframe aplikasi berbasis website yang terdiri dari wireframe dashboard, tampilan fitur perpustakaan, serta tampilan fitur berita. Pada wireframe dashboard merupakan halaman utama dari website. Dari menu utama ini pengguna dapat mengakses fitur-fitur lainnya, seperti perpustakaan dan berita ada menu bar yang terletak di bagian atas. Pada fitur pespustakaan terdapat dua pilihan, yaitu akademik dan non akademik. Akademik memuat file ebook yang dapat didownload dalam bentuk pdf dan dapat dibaca tanpa adanya sambungan internet. Sedangkan untuk non akademik berupa tiles yang dapat diakses juga melalui menu search. Pada fitur berita memuat informasi-informasi yang terdapat pada Desa Citeureup. Informasi ini di antaranya adalah berita erkini, informasi dari desa, maupun informasi program yang sedang berlangsung.
Bersama dengan programmer, kami juga membahas penentuan hak akses aplikasi berbasis website. Terdapat dua hak untuk aplikasi Cyber Citeureup ini, di antaranya yaitu admin dan pembaca/ warga Desa Citeureup. Admin sebagai pelaku utama dalam menambah atau mengedit konten. Oleh karena itu, dibutuhkan login untuk dapat mengakses aplikasi berbasis website ini. Pembaca / warga Desa Citeureup apabila ingin mengakses aplikasi tidak diperlukan untuk login terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan mengingat usia pembaca dari anak kecil hingga usia tua yang relaif rentan lupa password. Pada minggu kedua ini kami juga berkoordinasi dengan dosen pendamping mengenai kebutuhan hardware yang diperlukan serta penyesuaian anggaran agar sesuai dengan uang yang diterima.
Pada minggu ke-3, kami berkoordinasi dengan Karang Taruna. Pada tanggal 17 November 2020, tim kami kembali mengunjungi lokasi Kampung Cyber untuk melakukan diskusi langsung dengan sebagian remaja karang taruna di wilayah RW 13 Desa Citeureup yang mana menjadi lokasi dimana Kampung Cyber berada. Diskusi kami fokuskan pada bagaimana kebermanfaatan kolaborasi remaja karang taruna selama proyek ini berlangsung dan bagaimana keberlangsungan program perpustakaan digital ini ke depannya. Diskusi kami awali dengan topik kegiatan apa saja yang baru-baru ini dilaksanakan oleh karang taruna RW 13, untuk mengukur sejauh mana kepadatan aktivitas yang ada. Dari jawabannya, aktivitas karang taruna sejauh ini tidak begitu padat. Di dua pekan terakhir, aktivitasnya berkaitan dengan kerja bakti yang diselenggarakan oleh Djarum Coklat. Kegiatannya pun tidak rutin berkali kali dalam sepekan, hanya memakan waktu satu hari dalam satu pekan. Sehingga, karang taruna sangat terbuka apabila dimintai partisipasinya untuk kolaborasi dalam penggarapan proyek perpustakaan digital ini. Baik mencakup kegiatan sosialisasi program, maupun bagaimana tanggung jawab karang taruna untuk mengolah konten website ke depannya. Untuk jumlah anggota karang taruna, ada sekitar lebih dari dua puluh orang.
Pada minggu ketiga ini kami melaporkan bahwa proses pembuatan aplikasi berbasis website sudah mencapai 60%. Di antaranya adalah fitur dashboard aplikasi, login admin aplikasi, menu upload file ebook perpustakaan, menu pengelolaan data file ebook, menu e-library, menu contact us Cyber Citeureup. Sedangkan dalam proses pembuatan adalah dashboard overview mingguan pengunjung aplikasi, menu berita terkini Desa Citeureup, menu feedback aplikasi, serta halaman menu sosial media. Selain itu, pada minggu ketiga implementasi kami juga berkoordinasi dengan dosen pendamping mengenai aplikasi berbasis website. Prototype yang sudah jadi dilaporkan kepada dosen pembimbing dan mendapat masukan agar prototype tersebut ditunjukkan kepada warga Desa Citeureup. Hal ini bertujuan apakah tampilan dari website tersebut sudah cocok apabila digunakan serta apakah warga Desa Citeureup mengerti dengan fitur-fitur yang terdapat pada website tersebut. Tidak lupa juga apakah fitur-fitur yang terdapat pada website sudah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat Desa Citeureup.
Pada minggu ke-4, kami melakukan wawancara secara online melalui chat WhatsApp dengan perangkat desa dan karang taruna mengenai prototype aplikasi berbasis website. Seperti masukan dari dosen pembimbing pada minggu ke 3 agar prototype tersebut ditunjukkan kepada warga Desa Citeureup. Hal ini bertujuan apakah tampilan dari website tersebut sudah cocok apabila digunakan serta apakah warga Desa Citeureup mengerti dengan fitur-fitur yang terdapat pada website tersebut. Tidak lupa juga apakah fitur-fitur yang terdapat pada website sudah sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat Desa Citeureup. Dari hasil wawancara, kita melakukan iterasi dalam perancangan website untuk menambahkan logo Pemerintah Desa Citeureup serta logo Kampung Cyber. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Desa Citeureup Bapak Oom Rokhmana. Minggu keempat juga disibukkan dengan melanjutkan perancangan pembuatan aplikasi berbasis website. Pembuatan aplikasi berbasis website telah mencapai 85%. Di mana progress kali ini difokuskan pada perbaikan tampilan (User Interface) pada menu library digital/ e-library khususnya pada bagian admin. Kemudian, fokus progress yang lainnya yaitu pada menu feedback di mana pada menu tersebut memungkinkan pengguna aplikasi dapat memberikan ulasan ataupun masukan guna pengembangan aplikasi website yang lebih baik. Selain itu, pada menu feedback juga terdapat informasi mengenai lokasi dari Desa Citeureup sendiri yang dicitrakan melalui tampilan peta digital yang bersifat dinamis pada Google Maps. Sehingga pengguna aplikasi dapat mengetahui lokasi desa secara terperinci dan jelas. Pada menu feedback terdapat tiga kolom utama yang diisi oleh pengunjung untuk memberikan masukan, di antaranya adalah nama lengkap, subjek, dan pesan. Pengembangan lebih lanjut dilakukan pada fitur perpustakaan digital di mana pencarian mengenai e-book diawali dengan pengkategorian tingkat pendidikan dari rentang akademik maupun non akademik. Pada menu ini juga terdapat gambaran singkat mengenai buku yang akan dicari di mana meliputi deskripsi tentang judul buku, pengarang buku, penerbit, dan juga data jumlah pengunjung yang telah mendownload file ebook tersebut. Pengembangan lainnya yang tidak kalah penting adalah menu admin yang terdiri dari dashboard admin, Perpustakaan Digital (e-library), serta Berita.
Pada minggu ini kami juga berkoordinasi dengan dosen pendamping. Pada minggu ke empat tahap implementasi tepatnya pada hari Sabtu, 28 November 2020 Macakuy Team bersama dengan dosen pendamping melakukan pembahasan mengenai proses pengimplementasian aplikasi berbasis website Cyber Citeureup serta membahas tentang pembelian perangkat yang akan disediakan untuk Kampung Cyber. Hal ini mengingat adanya gap atau perbedaan pengetahuan mengenai penggunaan layanan telekomunikasi dan informatika pada setiap warga Desa Kampung Citeureup.
Pada minggu ke-5 kami disibukkan dengan melakukan sosialisasi. Sosialisasidilaksanakan pada Rabu, 2 Desember 2020 bertempat di bangunan Kampung Cyber.Sosialisasi dihadiri oleh perangkat desa yaitu Bapak Oom Rokhmana serta beberapa anggota karang taruna RW 13. Sosialisasi yang dilaksanakan bertujuan untuk menjelaskan tentang penggunaan fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi berbasis website Cyber Citeureup yang dapat diakses melalui laman cyberciteureup.com. Selain itu, karang taruna juga diajarkan cara dalam mengupload atau mengupdate fitur perpustakaan digital serta berita yang terdapat dalam website tersebut. Hal lain yang kami lakukan pada minggu ke5 ini adalah dengan Penyerahan Perangkat. Pada 5 Desember 2020 kami melakukan penyerahan peralatan yang terdiri dari sebuah komputer dengan monitor LG dan CPU Simbadda, sepasang keyboard serta mouse dengan merk Logitech, serta sebuah modem bermerk Huawei yang telah dilengkapi dengan internet selama dua bulan. Penyerahan perangkat diterima oleh KASI Pemerintahan, Muhammad Hadi yang juga merupakan salah satu anggota karang taruna RW 13 sebagai perwakilan dari Bapak Oom Rokhmana, Sekretaris Desa Citeureup.
Bukti penyerahan barang didukung dengan lampiran berita serah terima barang yang telah ditandatangani oleh perwakilan Tim Macakuy serta pihak penerima perangkat. Pada Minggu, 6 Desember 2020 kami melakukan penyerahan barang tambahan berupa lemari buku yang nantinya akan diisi dengan buku-buku yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Citeureup. Tidak lupa juga, pada minggu ke-5 ini kami berkoordinasi dengan dosen pendamping. Pada Minggu, 6 Desember 2020 kami melaksanakan koordinasi dengan dosen pendamping mengenai anggaran, dalam aplikasinya beberapa anggaran belum terserap secara maksimal, beberapa anggaran yang berubah dikarenakan beberapa alasan, seperti rencana pembelian komputer 2 unit touchscreen ditolah oleh pihak Desa Citeureup terkait keamanan dan juga sudah mendapatkan bantuan dari Universitas Telkom, sehingga dana dialihkan pada pembelian asset lain yang manfaatnya masih terkait dengan program yang dilakukan. Dosen pendamping memberikan masukan untuk memaksimalkan penyerapan anggaran yaitu menciptakan perpustakaan kecil dan mengisinya dengan buku-buku yanag bisa dipinjam oleh masyarakat Desa Citeureup.
KESAN
Kesan apa saja yang kami dapatkan melalui kegiatan social project INNOVILLAGE ini?
Tentunya banyak. Pertama, kami memiliki kesempatan untuk meluangkan waktu demi kegiatan sosial yang bermanfaat bagi banyak orang. Kedua, kami dapat menerapkan ilmu design thinking dalam menyelesaikan masalah terutama yang dihadapi oleh masyarakat Desa Citeureup yang telah terlampir pada latar belakang social project kami. Ketiga, kami dapat melatih komunikasi dengan banyak orang melalui kegiatan wawancara bersama perangkat desa maupun karang taruna serta pada kegiatan sosialisasi proyek. Keempat, tentunya juga terdapat hambatan yang kami lalui, akibat pandemi Covid-19 menyebabkan ketidaklengkapan anggota kelompok pada awal kegiatan berlangsung karena salah satu anggota berbeda lokasi, tetapi kami dapat berkumpul secara lengkap pada implementasi minggu ke lima. Kesan kelima, hambatan selanjutnya yaitu bentroknya jadwal kami pada saat implementasi wawancara maupun sosialisasi yang bertabrakan dengan jadwal kuliah.