Loading...

APAG (Alat Pemotong Batang Jagung)

28 Oktober 2020
Telkom University

Projek

  • Judul:APAG (Alat Pemotong Batang Jagung)
  • Tanggal:28 Oktober 2020 - 06 Desember 2020
  • Lokasi Sosial Projek:Sumatera Utara, Kabupaten Karo, Tiga Binanga, Tigabinanga.

Inovator

  • Perguruan Tinggi:Telkom University
  • Ketua:Rozan Nauf Firmansyah
  • Angota#1:Afif Dimas Harfi
  • Angota#2:Cindi Kristin Manalu

SDGs

Infrastruktur, Industri dan Inovasi

Share

Deskripsi

Lokasi yang menjadi desa sasar pengimplementasian social project atau pengabdian masyarakat dari tim kami yaitu Desa Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. 

Tim kami terdiri dari satu orang ketua, yaitu Rozan Nauf Firmansyah, dari jurusan S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik Telekomunikasi yang berasal dari Kabupaten Magetan, Jawa Timur. Kemudian beranggotakan 2 orang, yaitu Afif Dimas Harfi, dari jurusan S1 Teknik Elektro, Fakultas Teknik Elektro, yang berasal dari Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, dan Cindi Kristin Manalu dari jurusan S1 Ilmu Komunikasi, Fakultas Komunikasi dan Bisnis, yang berasal dari Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat. Seluruh tim kami berasal dari Telkom University, Bandung.

Latar belakang dari social project tim kami melihat dari petani jagung yang ada di Desa Tiga Binanga. Di desa tersebut petaninya masih menggunakan arit sebagai alat untuk memotong batang jagung yang telah dipanen, yang kemudian di buang batang jagungnya. Kami melihat bahwa alat tersebut masih kurang efektif dalam hal waktu serta tenaga, karena menguras lebih banyak tenaga saat memotong batang jagung serta memakan waktu yang lumayan lama. Oleh sebab itu, kami mencari cara untuk membuat sistem kerja petani jagung agar lebih efektif tenaga dan waktunya. Maka dari itu, diciptakanlah alat yang dapat memotong batang jagung yang lebih efektif. Yakni alat pemotong batang jagung yang menggunakan batrei aki sebagai mesin sumber tenaga penggerak pemotong yang berupa mata pisau tajam. Alat juga ditambahi roda pada bagian bawah agar mudah dalam memindahkan atau menggerakannya. Serta memiliki pegangan yang dapat mempermudah petani dalam penggunaannya. Ditambahi juga dengan papan yang menjadi penyangga dari setiap batang jagung yang telah terpotong agar tidak langsung jatuh ke tanah dan berserakan. Sehingga juga dapat mempermudah petani dalam mengumpulkan batang jagung yang telah terpotong untuk dibuang ataupun digunakan kembali sebagai bahan olahan untuk suatu benda yang memiliki nilai guna lainnya. 

Ide atau inovasi yang dituliskan di atas telah diimplementasikan oleh tim kami di Desa Tiga Binanga. Alat tersebut telah diuji coba langsung di perkebunan jagung di desa sasar dengan disaksikan oleh perwakilan dari masyarakat dan petani jagung di desa sasar. Dari progress yang telah kami lakukan hingga tahap akhir uji coba, dapat disimpulkan bahwa APAG (Alat Pemotong Batang Jagung) memiliki nilai kebermanfaatan yang cukup baik sesuai dengan tujuan inovasi pembuatannya. Yaitu mempermudah sistem kerja petani jagung di Desa Tiga Binanga, dalam pemotongan batang jagung yang telah dipanen buah jagungnya. Dengan alat tersebut petani jagung tidak perlu mengeluarkan tenaga sebanyak ketika mereka masih menggunakan alat arit untuk memotong batang jagung. Selain itu waktu yang digunakan untuk memotong batang jagung juga tidak selama saat masih menggunakan sistem kerja yang lama, menggunakan alat arit, dan sebagainya. Sebagai nilai tambahan petani jagung juga tidak perlu repot memunguti batang jagung yang telah terpotong berserakan di tanah, oleh karena alat tersebut membuat batang jagung yang telah terpotong langsung tertampung di papan yang menjadi penyangga batang jagung yang telah terpotong. Sehingga sampah dari batang jagung tersebut tidak akan berserakan di tanah. Dengan kata lain, alat ini sangat membantu kerja petani jagung lebih efektif dan cepat. Kebermanfaatan alat pemotong batang jagung (APAG) ini diharapkan dapat semakin memajukan hasil tani di desa sasar, Desa Tiga Binanga, untuk kehidupan masyarakat setempat yang lebih sejahtera dan makmur.

Dalam social project ini tentunya menghadirkan banyak kesan suka dan duka bagi tim kami. Beberapa suka yang dapat disebutkan yakni merasa beruntung untuk berkesempatan mengikuti social project ini hingga masuk TOP 100 dan mendapatkan dana anggaran sebesar Rp. 18,776,750,00 yang dapat tim kami gunakan untuk pengimplementasian ide tim kami. Karena bagi beberapa anggota tim kami, social project abdi masyarakat dalam bidang teknologi baru pertama kalinya diikuti, maka kegiatan social project ini sangat membanggakan untuk bisa tergabung di dalamnya. Suka lainnya yang tim kami alami yaitu dapat mengenal banyak teman baru setim maupun dari tim lainnya, dari berbagai jurusan di universitas. Melalui social project ini juga tim kami dapat mendapatkan banyak pengalaman baru serta pengetahuan baru yang diperoleh. Seperti mengetahui alat-alat serta bahan yang selama ini masih asing, mengetahui tahap pembuatan alat dari social project tim kami, hingga cara kerjanya. Ada banyak lagi suka yang tim kami alami dari social project ini yang tidak dapat tersebutkan. 

Selain suka, tentunya ada duka yang tim kami alami selama social project ini. Terlebih di tiap progressnya yang banyak kali terkendala oleh jarak sebab sulitnya untuk bepergian ke desa sasar tim kami di Desa Tiga Binanga, di provinsi Sumatera Utara, oleh adanya pandemic Covid-19 yang menyulitkan gerak manusia saat ini. Setiap penyampaian progress serta komunikasi terpaksa harus menggunkana media video seperti Google Meet, dll. Oleh sebab kondisi pandemic tersebut juga, kami tidak dapat full tim saat kegiatan survey lapangan, uji coba, hingga penyerahan alat ke perwakilan pihak desa sasar, Desa Tiga Binanga. Di luar itu semua, social project kali ini sangat berkesan, karena mengharukan tim kami untuk bertanggung jawab dalam melakukan progress mingguan pembuatan alat pemotong batang jagung yang tim kami sepakati untuk diberikan kepada petani jagung di Desa Tiga Binanga. Selain itu, progress mingguan juga harus dilaporkan dalam bentuk file berisi juga lampiran foto progress, yang kemudian disubmit pada website official dari Innovillage 2020. Semoga social project innovillage tim kami serta tim tim lainnya dapat berguna bagi tiap masyarakat sasar, sehingga dapat menciptakan kehidupan masyarakat sasar yang lebih baik sesuai dengan nilai guna masing-masing social project tim yang tergabung di Innovillage 2020 ini.

Tonton video dokumentasi di sini.

Top